Pulihkan Pendidikan Nasional, Kemendikbud Bakal Terapkan Kurikulum Darurat

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 12:15 WIB
ilustrasi siswa belajar (Ed Us via unsplash.com)
ilustrasi siswa belajar (Ed Us via unsplash.com)

Independensia - Mendongkrak dunia pendidikan secara nasional di tengah pandemi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menelurkan inovasi.

Baca Juga: Berikut 4 Zodiak Yang Beruntung di Hari Sabtu 1 Januari 2022

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kini mulai menciptakan berbagai terobosan untuk menunjang pendidikan nasional.

Baca Juga: Dipenghujung 2021, Jokowi Sampaikan Hal ini

Salah satu inovasi yang akan dikembangkan demi kepentingan pendidikan nasional, adalah merubah kurikulum 2013 menjadi kurikulum darurat. Hal itu semata - mata untuk memulihkan pendidikan sebagai bagian dari mitigasi hilangnya pembelajaran (learning loss) di masa pandemi.

Baca Juga: 6 Tips Fengshui Cocok buat Mencari Jodoh dan Pererat Hubungan Asmara di Tahun 2022

Dampak positif penerapan kurikulum darurat menjadi dasar dibukanya opsi bagi kurikulum prototipe yang bersifat sukarela bagi satuan pendidikan. Nah, untuk memaksimalkannya, semua harus memahami Betul konsep kurikulum yang akan di jalankan terlebih dahulu.

Baca Juga: Simak ini, Tanda-tanda Anda Sedang Mengalami Stres
“Karena ini adalah pemulihan, maka dilakukan pengurangan materi dari kurikulum 2013 yang padat dan dipilih materi esensial. Sehingga guru punya waktu memulihkan proses pembelajaan itu dan melakukan inovasi pembelajaran yang fokus kepada anak berdasarkan konteks, kebutuhan dan potensi anak yang beragam,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbudristek, Zulfikri, dikutip dari laman Kemendikbudristek, Jumat 31 Desember 2021.

Baca Juga: 1.730 Personil Gabungan Amankan 11 Kawasan CFN Malam Tahun Baru di Jakarta

Zulfikri mengatakan, makin meningkatnya layanan pembelajaran di sekolah, maka anak akan tumbuh dan berkembang sesuai potensi dan hilangnya pembelajaran (learning loss) pun bisa diatasi. “Kalau mengunakan kurikulum yang padat materi sementara PTM dilakukan secara terbatas, itu tidak mungkin (akan mencapai kualitas belajar yang diharapkan). Sehingga (kurikulumnya) perlu disederhanakan,” terangnya.

Baca Juga: Warisan Minta Tumbal, Kakak Beradik Tewas Baku Hantam

Keuntungan dari kurikulum prototipe kata Zulfikri, guru tidak dikejar-kejar target materi pembelajaran yang padat. Guru lebih fokus pada materi esensial yang berorientasi pada kebutuhan dan penguatan karakter siswa. Metode pembelajarannya lebih bervariasi, situasi belajar lebih menyenangkan bagi guru dan siswa serta guru diberi kesempatan untuk mengeksplor potensi siswa lewat berbagai inovasi pembelajaran.

“Kurikulum prototipe berbasis kompetensi statusnya semacam model. Model untuk pilihan dimana guru dan murid tidak merasa terlalu terbebani. Penyempurnaan dari kurikulum darurat, di kurikulum prototipe ini (strukturnya) lebih ditata selain disedehanakan juga,” jelas Zulfikri.***

Editor: Hendra D

Sumber: Kemendikbud dan Ristek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X