• Jumat, 20 Mei 2022

Momentum Harlah ke 62 Tahun, IKA PMII Bolsel Bahas Wacana Tiga Periode

- Selasa, 19 April 2022 | 18:46 WIB
Foto bersama PC IKA PMII Bolsel bersama Ketua NU dan Ketua Ansor Bolsel. /doc.pribadi/
Foto bersama PC IKA PMII Bolsel bersama Ketua NU dan Ketua Ansor Bolsel. /doc.pribadi/

INPENDENSIA - Di momentum hari lahir PMII yang ke 62 tahun, pengurus cabang IKA PMII kabupaten Bolsel gelar buka bersama dan diskusi bersama mengenai wacana tiga periode, dilaksanakan di Butola Caffe, Senin 18 April 2022.

Selain dihadiri oleh sejumlah kader IKA PMII, juga menghadirkan Ketua PCNU, Zulkarnain Kamaru dan Ketua GP Ansor Bolsel, Fadli Tuliabu. Setelah buka puasa bersama, dilanjutkan dengan diskusi dalam rangka merespon “wacana tiga periode” yang tengah ramai dibincangkan publik hari-hari ini.

“Mengapa diskusi ini saya awali dengan wacana tiga periode, sebab kita tahu bersama tanggal 11 April 2022 kemarin ada peristiwa aksi nasional oleh mahasiswa, yang bahkan hampir dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia. Mereka menolak wacana itu. Sehingga, saya fikir hari lahir PMII yang kerap diperangati 17 April ini momentumnya tidak lewat begitu saja,” ujar Ketua IKA PMII Bolsel, Ahmadi Modeong.

Ahmadi menuturkan IKA PMII Bolsel, paling tidak, dengan anniversary PMII ke-62 tahun ini bisa memiliki bacaan ihwal situasi bangsa hari-hari ini. Dengan kata lain meskipun tindakannya lokal, akan tetapi bacaan soal situasi nasional hingga global tak boleh putus. Sebab, setiap rentetan peristiwa yang terjadi di global dan nasional tersebut memiliki kaitan erat dengan situasi lokal.

“Sehingga dengan adanya wacana tiga periode ataupun penundaan pemilu 2024 ini kita harus memiliki sikap: setuju atau tidak. Nah, ini yang harus kita tuntaskan di forum ini,” ujarnya.

Forum Dua Pendapat

Diskusi baru bisa dimulai setelah buka puasa bersama dan dilanjutkan sholat Magrib. Kurang lebih satu jam berdiskusi sebelum akhirnya dipending untuk sholat Isya dan Tarawih. Setelah itu, diskusi dilanjutkan hingga pukul 22.00 WITA. Di dalam forum itu masing-masing kader mengutarakan pendapat yang berbeda: setuju dan tidak ihwal wacana tiga periode.

Penolakan wacana tiga periode ditegaskan Mardiansyah Usman. Menurutnya, hal ini sangat jelas merupakan pembangkangan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD 1945) maupun amanat reformasi. Sebab, dalam konstitusi sangat jelas mengatur bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden RI dibatasi dua periode.

Selain itu khianat kepada reformasi yang dimaksud adalah, bangsa Indonesia sudah melewati masa jabatan presiden yang cukup lama yakni di era Soeharto selama 32 tahun. Reformasi terus didengungkan saat itu: sebab di era Soeharto, otoritarianisme, kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) telah menjadi akut. Menurut, Ketua Lesbumi NU Sulut ini, masyarakat Indonesia mesti bersyukur era reformasi berhasil diperjuangkan, meskipun harus dibayar dengan darah.

Halaman:

Editor: Sasmito Wiharjo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari ini Angelina Sondakh Bebas

Kamis, 3 Maret 2022 | 11:00 WIB

Terpopuler

X